logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ritual Penyembelihan "Koq Kembalik Pokon"

Ritual Penyembelihan

Km rumah panggungku Sudah menjadi tradisi ketentuan para leluhur bahwa, ritual penyembelihan hewan kurbansetelah bakda zhohor adalah sembeleh Koq (kerbau) kembalik

Budaya

KM. Rumah Panggungku
Oleh KM. Rumah Panggungku
04 Februari, 2015 12:22:00
Budaya
Komentar: 3
Dibaca: 3228 Kali

Km rumah panggungku; Sudah menjadi tradisi ketentuan para leluhur bahwa, ritual penyembelihan hewan kurban setelah bakda zhohor adalah sembeleh Koq (kerbau) kembalik pokon, yang ukuran,umur dan bobot sudah menjadi ketentuan para leluhur.

Menurut A.Rahini (55) salah seorang tokoh adat Sesait menuturkan, seluruh rangkaian pekerjaan ritual adat di wet Sesait ini adalah berdasarkan perhitungan kalender Jango Bangar.

“Pelaksanaan ritual adat di wet Sesait seluruhnya berdasarkan perhitungan kalender Jango Bangar. Termasuk juga acara ritual penyembelehan Koq didepan pintu Mesjid Kuno Sesait ini,”jelas A.Rahini.

Diakui A.Rahini, sebelum acara penyembelehan Koq dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan penyembelehan tiga ekor ayam yang putek mulus,bulu telu (tiga) dan bing kuning, ditempat dimana nantinya pemyembelehan Koq dilaksanakan.

“Warna bulu ayam putek mulus (symbol kesucian) melambangkan Penghulu, warna bulu telu (biru, symbol kesuburan) melambangkan Mangkubumi, dan warna bing kunig (merah-kuning, symbol keberanian dan kemakmuran) melambangkan Pemusungan dan Jintaka,”beber A.Rahini lugas.

Ketika ditanya, mengapa ayam yang tiga warna tadi disembeleh duluan, A.Rahini yang juga anak mantan dari Mangkubumi terdahulu ini, mengatakan dengan senyum bahwa, pada saat itu ada Manik – Mulud (Firman Allah Swt) segala sesuatu mulai ada.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Maulid adat wet Sesait Abdul Wahab mengatakan, bahwa yang mengerjakan ritual persiapan penyembelehan Koq ini adalah Purusa A.Dalik-A.Kayam Bat Pawang.

 

Baca Juga :


“Yang melakukan melekok koq (ikat kerbau) sebelum disembeleh dari Purusa A.Dalik-A.Kayam Bat Pawang. Jadi tidak sembarang yang melakukannya,”jelas Abdul Wahab yang dikenal dalam komunitas Sesait dengan panggilan Selak Nampol.

Sedangkan yang akan melakukan penyembelehan, katanya, dari Tau Lokak Empat, bisa Mangkubumi, Pemusungan,Penghulu dan Jintaka.Tergantung kesepakatan mereka, siapa yang akan melakukan penyembelehan.(zen ,e). - 05

 

 



 

Artikel Terkait

3 KOMENTAR

  1. Muhammad Syairi

    Muhammad Syairi

    04 Februari, 2015

    Tulisan dengan judul dan berita serta foto yang sama di copy paste dari www.suarakomunitas.net. Penulis aslinya adalah Eko Sekiadim, Kasi Humas KLU dan ditampilkan di web tersebut pada tanggal 12 Januari 2015 secara bersambung. Dan ini termasuk tulisan terakhir dari 6 edisi. Mhn para jurnalisme warga jika mengambil dari web lain perlu dicantumkan sumber asli dan penulisnya, agar kita tidak dicap menjadi palagiat, karena web kampungmedia ini adalah sebagai tempat belajar bagi kita penulis pemula... Teruslah belajar menulis dan sampaikan kepada publik walaupun hanya satu ayat sesuai dengan motto web ini...


  • KM. Rumah Panggungku

    KM. Rumah Panggungku

    04 Februari, 2015

    8 thn sekali,setiap maulid adat jatuh pada hari jumat yang bertepatan dengan kalender masehi.namun kalo tidak hari jumat maka kambing yang akan di sembelih.cuma ini saya dapat info dari narasumber


  • fairuz abadi

    fairuz abadi

    04 Februari, 2015

    Info ini sangat bagus. perlu ditambahkan untuk pengetahuan pembaca. Apakah kegiatan ini dilakukan setiap hari atau hanya setahun sekali? Jelaskan mengenai perhitungan KALENDER JANGO itu bertepatan dengan bulan apa pada KALENDER MASEHI atau KALENDER HIJRIYAH. dan apa tujuan dari TRADISI ini? terimakasih


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan