logoblog

Cari

Hanta Ua Pua, Tradisi Maulid Bima

Hanta Ua Pua, Tradisi Maulid Bima

Penganut Islam pasti tidak asing dengan Maulid Nabi, yakni peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Setiap daerah memiliki cara tersendiri untuk

Budaya

KM Samparaja
Oleh KM Samparaja
07 Januari, 2015 08:20:29
Budaya
Komentar: 2
Dibaca: 45517 Kali

Penganut Islam pasti tidak asing dengan Maulid Nabi, yakni peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Setiap daerah memiliki cara tersendiri untuk memperingati hari besar bagi umat Islam ini. Seperti halnya di Lombok dan Sumbawa mempunyai adat istiadat dalam perayaan Maulid.

Maulid Nabi tahun 2015 jatuh pada tanggal 3 Januari. Beberapa daerah ada yang merayakannya bertepatan dengan tanggal tersebut perayaan tersebut sampai 10 hari berturut-turut dengan dzikir dan istigosah bersama di tiap-tiap Masjid.

Masyarakat Bima mempunyai cara tersendiri untuk memperingati Maulud Nabi yaitu tradisi Hanta Ua Pua atau dalam bahasa melayu di sebut Sirih Puan. Dimana Ua Pua ini selain memperingati Maulid juga sebagai peringatan masuknya Islam di Bima juga untuk menghargai para penghulu melayu sebagai pembawa Islam di Bima.

Biasanya Ua Pua ini yaitu berbentuk sebuah kubah atau masjid yang disebut Uma Lige, yang di arak atau di angkat dari melayu sampai istana. Hanta Ua Pua ini dilakukan sejak Sultan Abdul Khair Sirajudin, Sultan Bima yang kedua, Ua Pua berbentuk sebuah kubah persegi empat karena angka 4 dalam kepercayaan masyarakat Bima dulu merupakan awal dan akhir kehidupan, yang didalam tradisi kematian disebut "upa mpuru upa nai" dan 4+4 = 8 yang berarti manggusu waru.

 

Baca Juga :


Secara numerology angka 44 merupakan kebijaksanaan, keyakinan dan kepahlawanan, untuk itulah dalam tradisi hanta Ua Pua banyak di ambil angka 4, Uma Lige berukuran 4x4, mengusung penghulu melayu yg sudah berumur 44 tahun untuk diangkat menjadi penghulu, di dampingi 4 penari lenggo mbojo putri dan 4 penari lenggo melayu dambe mone, pengusung Uma Lige sebanyak 44 orang dari Dou Mbojo Asli, yang terbagi dalam 44 jenis keahlian.

rombongan penghulu melayu yang diarak dari kampong meplayu menuju istana untuk menyerahkan Al-Qur`an dan membaca kan surat yasin, tradisi Ua Pua ini terus dilakukan hingga kini setiap Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjadi agenda Pemerintah untuk mendukung wisata budaya masyarakat Bima.[] - 05



 

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    10 Januari, 2015

    keunikan-keunikan budaya inilah sesungguhnya yang menjadi daya tarik luar biasa wisata di NTB, tinggal bagaimana kita kemas saja dalam promosi.kita kalahnya di promosi.


    1. KM Samparaja

      KM Samparaja

      10 Januari, 2015

      betul sekali, kita sangat kurang dalam hal promosi


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan