logoblog

Cari

Tutup Iklan

Maulid Adat: Anatara Tradisi dan Agama

Maulid Adat: Anatara Tradisi dan Agama

KM. Sukamulia - Perayaan Maulid Adat bagi masyarakat Bayan adalah suatu acara yang sangat sakral sebab tradisi tersebut merupakan peninggalan nenek

Budaya

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
06 Januari, 2015 12:41:31
Budaya
Komentar: 8
Dibaca: 15842 Kali

KM. Sukamulia - Perayaan Maulid Adat bagi masyarakat Bayan adalah suatu acara yang sangat sakral sebab tradisi tersebut merupakan peninggalan nenek moyang mereka yang harus senantiasa dilestarikan tanpa mengurangi ataupun menambah gaya pelaksanaannya. Sebelum dilaksanakannya Mulud Adat ini terlebih dahulu dilakukan berbagai persiapan yang matang oleh semua anggota masyarakat Bayan dari berbagai daerah yang termasuk dalam wilayah adat Bayan.

Sejak kemarin pagi (Senin, 05 Januari 2015) masyarakat Bayan melakukan persiapan acara peringatan Maulid Adat yang merupakan tradisi tahunan dalam tatanan kehidupan sosial buadaya mereka. Acara puncaknya akan dilaksanakan pada hari ini (Selasa, 06 Januari 2015). Perayaan Maulid Adat tahun ini bertema “Maulid Adat Sebagai Sinergi Anatara Budaya dan Agama”.

Pada dasarnya Maulid Adat dilakukan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dirayakan pada bulan Rabiul Awal, demikian pula dengan perayaan Maulid Adat yang diselenggarakan di wilayah Bayan Kabupaten Lombok Utara. Maulid Adat pada masyarakat Bayan dirayakan dengan sangat meriah dan melibatkan hampir seluruh lapisan masyarakat yang termasuk dalam wilayah pranata adat Bayan. Puncak dari acara Maulid Adat ini disebut dengan Praja Mulud dimana pada puncak acara ini, sepasang mempelai yang melambangkan Adam dan Hawa diarak ke Masjid Kuno Bayan Beleq sebagai tempat pelaksanaan puncak perayaan prosesi Maulid Adat tersebut.

Seperti biasanya, tempat perayaan Maulid Adat terpusat di beberapa wilayah adat Bayan. Masyarakat waktu telu Loloan dan Sambik Elen merayakan Maulid Adat di Masjid Kuno Barung Birak Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan, masyarakat waktu telu Bayan dan Desa Karang Bajo melakukan perayaan maulid adat di Masjid Kuno Bayan Beleq Desa Bayan Kecamatan Bayan, masyarakat waktu telu yang tinggal di wilayah adat Anyar dan Sukadana Bagian Timur melaksanakan prosesi maulid adat di Dusun Karang Tunggul Desa Anyar Kecamatan Bayan dan masyarakat waktu telu yang tinggal di wilayah Sukadana bagian Barata dan Akar-Akar merayakan maulid adat di Masjid Kuno Semokan Ruak Desa Sukadana Kecamatan Bayan.

Amaq Sura (Kiyai Leber Karang Bajo) menjelaskan bahwa masyarakat adat Bayan melakukan berbagai kegiatan untuk merayakan hari kelahiran nabi Muhammad. Mulai dari prsiapan kayuk aik, menutu, penyembean, jeleng minyak belonyo, semetian dan periapan yang diselenggarakan di Gedeng/Kampu Karang Bajo. Hal yang sama juga dilakukan di beberapa wilayah adat Bayan lainnya. Sedangkan acara puncak) akan dilaksanakan besok sore yang berupa arak-arakan Peraja Mulud dari Bayan Bat Orong menuju Masjid Majid Kuno.

Haji Amir (Ketua Adat Bayan) juga menjelsakan bahwa semua acara yang diselenggarakan adalah sama, artinya acara yang dilaksanakan dibeberapa tempat itu sama dan yang berbeda hanyalah pada acara puncak saja, dimana masyarakat adat yang ada di wilayah adat Bayan dan Karang Bajo akan mengarak Peraja Mulud ke Masjid Kuno Bayan Beleq dan menutup acara dengan pembacaan dzikir dan doa bersama Peraja Mulud tersebut. Sedangkan di wulayah-wilayah lainnya tidak ada Peraja Mulud yang artinya puncak acara maulid adat yang mereka laksanakan hanya berupa dzikir dan doa saja.

 

Baca Juga :


Tata cara pelaksanaan tradisi Maulid Adat di wilayah Bayan pada umumnya memiliki kesamaan namun, maulid Adat yang dilaksanakan di wilayah Adat Desa Bayan dan Desa Karang Bajo sangatlah berbeda dengan acara-acara yang dilaksanakan di tempat lainnya. Perbedaannya terletak pada tata cara pelaksanaan prosesi acara puncak. Di tempat-tempat lainnya acar puncak perayaan maulid adat hanya berupa dzikir dan doa yang dilaksanakan di dalam Masjid Kuno masing-masing. Hal ini sangat berbeda dengan acara puncak maulid adat yang diselenggarakan di Masjid Kuno Bayan Beleq yang dilakukan dengan mengarak Peraja Mulud ke masjid kuno dan setelah Peraja Mulud masuk bersama segenap kiyai adat Bayan maka barulah dilakukan dzikir dan doa sebagai acara penutup kegiatan maulid adat.

Hal yang paling menarik dari pelaksanaan tradisi Maulid Adat ini adalah prosesi pelaksanaannya yang sangat syarat dengan ritual adat dan ritual agamanya hanya terlihat pada acara penutup saja, yaitu acara dzikir dan doa yang akan dilaksanakn di dalam Masjid Kuno Bayan Beleq. Jika di kaji secara agama maka perayaan tradisi Maulid Adat ini sangatlah bertentangan dengan nilai-nilai syariat agama islam namun itulah tradisi dan adat-istiadat yang dilestarikan dan terus diwariskan oleh masyarakat Bayan secara turun-temurun. Tradisi Maulid Adat Bayan memang sangat kontropersial jika dikaji dari satu sisi saja sebab acara tersebut merupakan acara yang diselenggarakan dengan konsep peraduan nilai-nilai adat atau tradisi dan agama dan tidak salah-lah jika tahun ini perayaan Maulid Adat diberi tema “Maulid Adat Sebagai Sinergi Anatara Budaya dan Agama”, papar seorang tokoh pemuda Bayan yang bernama Arfawan. [] - 01

_By. Asri The Gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

8 KOMENTAR

  1. KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    09 Januari, 2015

    Maaf sebelumnya, saya bukan menjatuhkan , saya hanya ingin tahu dan menambah wawasan tentang tradisi maulid adat. Bagaimana konsep maulid secara islam yang diperbolehkan? Saya juga tidak melihat dalam tulisan anda tentang kegiatan atau prosesi yang lebih terinci tentang hal yang bertentangan dengan nilai keagamaan. Atau lebih jelasnya saya tidak temukan tulisan anda yang mengandung analisis atau pengkajian nilai-nilai agama, saya hanya melihat gambaran prosesi diberbagai tempat dan tak memberi deskripsi yang lebih terinci terhadap pertentangan dengan nilai-nilai agama, karena anda mengatakan "bila dikaji ....bertentangan dengan nilai agama.


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      10 Januari, 2015

      Terimakasih atas komentarnya kawan,,,, Artikel ini memang tidak menjelaskan secara detail mengenai apa dan gabaimana maulid adat. Tulisan ini hanya menyampaikan mengenai peryaaan maulid adat Bayan pada tahun 2015 ini yang dilaksanakan dibeberapa tempat. Jika saya harus menjelaskan secara detai mengenai prosesi dan analisis terhadap maulid adat terkait dengan masalah tradisi dan agama maka tulisan ini akan terlalu panjang dan kurang menarik. Jika sahabat ingin mengetahui lebih banyak mengenai maulid adat bayan maka sahabat juga bisa membaca artikel saya yg berjudul Menutu, Menyembeq, Perja Mulud dan beberapa artikel lain yang berhubungan dengan prosesi Maulid Adat Bayan. Jika Sahabat membaca tulisan-tulisan tersebut maka insyallah saudara akan memahami bagaimana prosesi Maulid Adat jika dikaji dari sisi agama ataupun tradisi.


  2. KM. Sajang Bawak Nao

    KM. Sajang Bawak Nao

    07 Januari, 2015

    Mantap Broww, tapi sayang aku ndak bisa ikut..... tapi jangan lupa tahun belakang ajak yaaa heheh


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      07 Januari, 2015

      Ok broo,semoga Allah memberi kita usia yang panjang supaya tahun depan kita bisa menyaksikan perayaan Maulid Adat di Bayan dan wilayah lainnya.


  3. KM Kaula

    KM Kaula

    06 Januari, 2015

    Tradisi nenek moyang memang harus dipertahankan selama itu tidak bertentangan dengan agama dan norma yang berlaku. tapi kalau misalnya tradisi tersebut tidak sesuai dengan norma yang berlaku saat ini, maka penting juga dikaji ulang.


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      07 Januari, 2015

      Setuju.....! Memang tradisi nenek moyang harus kita jaga dan lestarikan dan sesungguhnya tradisi-tradisi tersebut syarat dengan makna, baik makna sodial maupun makna religi. Namun ada pula beberapa tradisi yg sepertinya tidak harus dilestarikan sebab tradisi tersebut memiliki nilai yang negatif bagi kita dan gerasi setelah kita.


  4. KM. Lingsar

    KM. Lingsar

    06 Januari, 2015

    memang apa yang terungkap dari artikel Km.sukamulia merupakan realitas kehidupan masyarakat di beberapa wilayah di Nusantara dan tak jarang dan tanpa disadari Budaya dijunjung tinggi dan dibela sampai mati, padahal budaya pada hakikatnya adalah mengatur tata cara hidup yang baik dan benar tanpa harus mengganggu kepentingan seseorang atau kelompok!


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      07 Januari, 2015

      Betul sekali Sanak Agungenjadi tantangan bagi kita yang peduli terhadap budaya. Kita harus berani merubah budaya-budaya yang salah dalam kehidupan masyarakat sekitar kita dan kita juga harus berani utk terus mempertahankan budaya-budaya yang bernilai luhur supaya dikemudian hari anak-cucu kita tidak kehilangan arah dlm melangkah.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan