logoblog

Cari

Mengenal Tradisi Nyongkolan

Mengenal Tradisi Nyongkolan

Salah satu tradisi adat masyarakat Suku Sasak  adalah Nyongkolan yaitu rangkaian terakhir dari prosesi upacara perkawinan. Nyongkolan adalah tradisi mengunjungi keluarga

Budaya

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
16 Oktober, 2014 01:55:44
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 42620 Kali

Salah satu tradisi adat masyarakat Suku Sasak  adalah Nyongkolan yaitu rangkaian terakhir dari prosesi upacara perkawinan. Nyongkolan adalah tradisi mengunjungi keluarga mempelai perempuan oleh keluarga mempelai laki-laki dengan tujuan untuk mempererat silaturahim diantara kedua belah pihak. Dalam pelaksanaan acara nyongkolan biasa dilakukan arak-arakan yang di musik tradisional berapa gendan blek atau musik tradisional lainya.

Tradisi Nyongkolan adalah acara silaturahmi karena sejak terjadinya Merariq sampai diselengarakannya Sorong Serah kedua belah pihak tidak saling berhubungan sebab mereka terlibat dalam perdebatan mengenai masalah Ajikrama. Selama masa itu mereka seolah-olah saling bermusuhan yang sudah barang tentu akan menimbulkan rasa dendam, kecewa, dan atau sakit hati diantara kedua belah pihak. Maka pada bagian ahir dari rangkaian upacara perkawinan pada masyarakat Sasak, pihak keluarga mempelai laki-laki beramai-ramai datang atau mengunjungi rumah keluarga mempelai perempuan dengan membawa misi perdamaian sebab yang memulai permasalahan adalah mempelai laki-laki.

Tujuan dilaksanakannya nyongkolan adalah untuk mempererat tali silaturrahmi antara kedua belah pihak dan memperluas jaringan kekeluargaan dan supaya kedua keluarga bertemu dan rukun kembali.

Latar belakang dilakukannya upacara adat Nyongkol adalah suatu prinsip bahwa perkawinan itu menjadi penggamber kadang jari (memperluas kekerabatan) oleh sebab itu, karena selama upacara perkawinan berlangsung kedua belah pihak (pihak mempelai laki-laki dan mempelai perempuan) seolah-olah bermusuhan, sehingga kedua belah pihak harus berdamai untuk mempererat silaturahmi dengan cara pihak mempelai laki-laki yang telah melarikan (mencuri) mempelai perempuan harus bersilaturahmi sebagai ungkapan permohonan maaf terhadap segenap keluarga mempelai perempuan.

 

Baca Juga :


Dalam acara Nyongkolan, pihak keluarga mempelai laki-laki akan datang dalam bentuk arak-arakan pengantin. Secara sederhana susunan arak-arakan pengantin dalam upacara adat Nyongkolan adalah sebagai berikut:

  1. Paling depan, penganperin marga yaitu pasukan pengaman dengan membawa senjata berupa tombak dan sejenisnya. Pasukan ini terdiri dari dua orang atau lebih pada posisi berdampingan seolah-olah sebagai pembuka jalan.
  2. Barisan pemucuk (ujung barisan) yang terdiri dari pala pengelingsir (orang yang dituakan), keluarga pihak mempelai laki-laki berada di belakang mereka.
  3. Pembawa karas berupa kotak anyaman segi empat yang berisi pinang sirih.
  4. Sekelompok pengantin perempuan yang berpakaian pengantin khas Sasak berupa kain songket, baju kebaya yang direnda benang emas, sanggul, serta perhiasan emas selengkapnya.
  5. Rombongan pengiring pengatin laki-laki, menggunakan leang (kain tenun), dodot songket, baju jas pegon, sapuk, dan keris yang terselip di pinggang.
  6. Barisan pembawa kebun kodeq yang berisi segala jenis buah-buahan dari kebun, diiringi bunyi-bunyian berupa kesenian tradisional seperti genadang beleq, gamelan terompong, kelenang, rebana gending, musik cilokak dan sebagainya.
  7. Barisn terahir adalah pembawa Ongsongan (usungan) berupa berbagai jenis makanan kering dengan wadah berupa rumah-rumahan.

Ahir dari acara Nyongkolan adalah pihak mempelai perempuan menyambut Penyongkol (pihak mempelai laki-laki). Di rumah orang tua mempelai perempuan dilakukan roah rapah yang intinya selamatan sederhana sebagai simbol kerukunan kedua belah pihak. Dan disinilah pihak keluarga saling berkenalan satu sama lainnya, maka semakin luaslah keluargadari kedua belah pihak. (Asri ASA)  02



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan