logoblog

Cari

Tutup Iklan

Masjid Kuno Terlupakan di Lombok Bagian Utara

Masjid Kuno Terlupakan di Lombok Bagian Utara

Masjid Kuno Bayan bukanlah masjid yang paling tua di Bumi Bayan. Jika kita mengamati keronologis sejarah keberadaan masjid tersebut maka sesungguhnya

Budaya

Masjid Kuno Terlupakan di Lombok Bagian Utara

Masjid Kuno Terlupakan di Lombok Bagian Utara

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
04 Oktober, 2014 21:50:37
Budaya
Komentar: 8
Dibaca: 11625 Kali

Masjid Kuno Bayan bukanlah masjid yang paling tua di Bumi Bayan. Jika kita mengamati keronologis sejarah keberadaan masjid tersebut maka sesungguhnya ada beberapa masjid kuno yang keberadaanya lebih awal dari pada Masjid Kuno Bayan. Dan sesungguhnya di wilayah Bayan atau umumnya di wilayah pulau Lombok bagian utara, setidaknya pernah ada 8 buah Masjid Kuno yang keberadaannya lebih dahulu dari Masjid Kuno Bayan Beleq.

Masjid Kuno Bayan Beleq adalah Masjid Kuno terakhir yang didirikan oleh Wali yang menyebarkan Agama Islam di Bumi Bayan yaitu Gaus Abdul Razak yang disebut juga dengan nama Mamiq Milasih. Masjid Kuno yang pertama kali didirikan di wilayah Lombok bagian utara atau wilayah Bayan adalah Masjid Gunung Batua yaitu didirikan di salah satu puncak gunung yang ada di sebelah selatan Desa Obel-Obel sekarang.

Sesungguhnya Masjid Kuno Bayan Beleq bukanlah masjid tertua dan pertama di wilayah Pulau Lombok bagian utara, melainkan terdapat beberapa masjid kuno yang keberadaannya lebih dahulu dari pada masjid Kuno Bayan Beleq tersebut. Lalu mengapa selama ini sebagian besar dari kita selaku masyarakat Sasak hanya mengenal Masjid Kuno Bayan Beleq dan jarang sekali diantara kita yang mengenal masjid-masjid kuno lainnya yang juga merupakan rentetan dari keberadaan Masjid Kuno Bayan Beleq tersebut.

Masjid Kuno Bayan Beleq bukan hanya dikenal oleh masyarakat Lombok saja, tetapi Nama Masjid Kuno Bayan Beleq sudah terkenal hingga ranah internasional sebab masjid itulah yang memang diakui sebagai Masjid Agung pada zaman Kedatuan Islam di bumi Bayan dan hingga saat ini keberadaannya tetap dilestarikan dengan pemberian Undang-Undang Cagar Budaya dan pelaksanaan puncak-puncak ridual adat dan budaya masyarakat Bayan.

Namun sesungguhnya di wilayah Bayan masih terdapat beberapa Masjid Kuno yang juga merupakan asset wisata sejarah dan wisata religi yang perlu dijaga dan dilestarikan sebagaimana halnya perlakuan yang diberikan kepada Masjid Kuno Bayan Beleq sebab beberapa diantara Masjid Kuno yang masih ada hingga saat ini juga selalu difungsikan sebagai tempat-tempat pelaksanaan puncak-puncak ritual adat dan budaya  masyarakat setempat.

Setidaknya terdapat Sembilan (9) buah Masjid Kuno yang pernah ada di wilayah Lombok Bagian Utara. Hanya saja, beberapa dianataranya sudah hilang karena dirusak oleh oknum-oknum yang merasa bahwa tempat itu sudah tidak layak untuk dipelihara dan sebab kurangnya perhatian masyarakat setempat terhadap keberadaan situs sejarah itu.

Hingga saat ini masih terdapat 4 (empat) buah Masjid Kuno selain Masjid Kuno Bayan Beleq yang masih aktif dan dijaga kelestariannya oleh masyarakat sekitarnya. Dan perlu diketahui bahwa keempat bangunan bersejarah yang berupa masjid ini tidak begitu diperhatikan oleh pemerintah dan pihak-pihak terkait.  Masjid Kuno Tersebut adalah:

1. Masjid Kuno Dasan Bilok/Langgar Dasan Bilok

Langgar Dasan Bilok adalah salah satu bukti sejarah perkembangan islam di wilayah Lombok Bagian Utara. Langgar ini terletak di Dusun Bilok Desa Bilok Petung Kecamatan Sembalun. Pada zaman kedistrikan, wilayah Desa Bilok Petung merupakan bagian dari wilayah administrative Keditrikan Bayan. Jika kita mengacu dari sejarah keberadaan Masjid Kuno di wilayah Lombok Bagian utara, maka Langgar Dasan Bilok ini jauh lebih dahulu dibangun jika dibandingkan dengan Masjid Kuno Bayan.

Hingga saat ini, Masjid Kuno Dasan Bilok atau yang lebih dikenal dengan sebutan Langgar Dasan Bilok masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Langgar ini biasa difungsikan oleh masyarakat adat Sembalun sebagai tempat pelaksanaan Lebaran Adat (Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha) serta pada saat pelaksaan Maulid Adat yang pelaksanaannya satu hari lebih awal dari pelaksanaan Maulid Adat di Masjid Kuno Bayan. Perlu diketahui bahwa keberadaan Langgar ini kurang diperhatikan oleh Publik dan tidak begitu dikenal oleh masyarakat luas. Sesungguhnya Langgar ini juga merupakan asset wisata sejarah yang cukup potensial jika dikelola dan diperomosikan dengan baik oleh Pihak Desa Bilok Petung dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur.

Hanya saja, hingga saat ini keberadaan asset wisata sejarah reigi tersebut masih dipandang sebelah mata oleh pihak-pihak dimaksud padahal warga setempat juga sangat mengharapkan perhatian pemerintah terhadap bangunan kuno dan bersejarah yang mereka miliki itu.

2. Masjid Kuno Barung Birak

Masjid Kuno Barung Birak merupakan salah satu Masjid Kuno yang konstruksinya sama dengan Masjid Kuno Bayan Beleq. Situs sejarah religi ini terdapat di tengah-tengah perkampungan masyarakat Dusun Barung Birak Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan. Masjid ini berada sekitar 400 meter dari jalan raya Sambik Elen-Bayan. Di sektitar masjid ini terdapat perkampungan tradisional warga Dusun Barung Birak dengan jejeran Bale Mengina dan Sekepat yang bentuknya cukup unik.

Masjid Kuno Barung Birak merupakan pusat pelaksanaan ritual Adat Gama masyarakat adat yang ada di sekitar wilayah Desa Sambik Elen dan Desa Loloan. Ritual Adat Gama yang dilaksanakan di Masjid Kuno ini adalah Maulid Adat, Lohoran, dan Lebaran Adat. Hingga saat ini, Masjid Kuno Barung Birak belum menjadi situs sejarah religi yang resmi dan keberadaannya belum mendapatkan perlindungan Undang-Undang Cagar Budaya padahal situs ini juga memiliki nilai kesejarahan yang sangat penting untuk dijaga dan dilestarikan secara formal.

Baca Juga :


3. Masjid Kuno Semokan

Salah satu situs sejarah religi yang berupa Masjid Kuno juga terdapat di Dusun Semokan Ruak Desa Sukadana Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Dusun Semokan Desa Sukadana merupakan perkampungan kecil yang dihuni oleh masyarakat adat yang konsep hidupnya masih sangat sederhana dan memegang teguh nilai adat istiadat yang mereka warisi dari nenek moyang mereka. Perkampungan ini jauh dari keramaian sebab letaknya yang berada di sekitar paha Gunung Rinjani. Kehidupan masyarakat Dusun Semokan sangat sederhana dan unik dengan norma-norma adat yang kuat.

Masyarakat Dusun Semokan hanya diperbolehkan menanam padi, jarak, dan sayur-sayuran, mereka tidak diperbolehkan menanam atau membudidayakan selain tanaman itu. Selain itu mereka hanya boleh memelihara Kerbau, Kambing, dan Ayam, mereka tidak boleh memelihara hewan lainnya. Pada saat-saat tertentu mereka akan mengadakan perburuan di sekitar wilayah Gunung Rinjani. Peralatan hidup yang mereka gunakan juga masih sangat tradisional, peralatan rumah tangga yang mereka gunakan hanya terbuat dari bahan tanah liat sebab aturan adat mereka tidak memperbolehkan warga kampung untuk menggunakan peralatan-peralatan modern yang terbuat dari bahan logam.

Sebagai alat penerangan, masyarakat setempat hanya menggunakan Jojor (lampu yang mereka buat dari bahan jarak dan kapas). Sehari-hari masyarakat setempat berpakaian dengan pakaian adat dan uniknya mereka tidak boleh menggunakan celana dalam dan BH bagi warga perempuannya. Suasana kampung yang dikelilingi oleh hutan belantara sangat nyaman dan damai, tidak ada hiruk pikuk dan polusi. Perkampungan ini cukup nyaman sebagai tempat berekreasi dan membuang pengap dari hiruk pikuk kehidupan kota yang memusingkan kepala.

4. Masjid Kuno Salut

Masjid Kuno Salut merupakan peninggalan sejarah islam yang hingga saat ini masih dijaga dan lestarikan oleh masyarakat Desa Salut Kecamatan Kayangan. Konstruksi bangunan Masjid Kuno Salut ini tidak jauh berbeda dengan masjid kuno lainnya. Hanya saja masjid kuno ini memiliki keunikan pada bagian atap-nya. Atap Masjid Kuno Salut terbuat dari re (rumput ilalang) dan bumbungannya dibuat dari bahan ijuk. Masjid ini difungsikan sebagai pusat pelaksanaan Ritual Adat Gama masyarakat Desa Salut Kecamatan Kayangan dan sekitarnya.

Dan hingga saat ini masjid tersebut masih tetap difungsikan oleh masyrakat setempat. Di dalam masjid hanya terdapat Peksi yang gambarnya tidak jauh berbeda dengan gambar yang terdapat pada Peksi yang terdapat di dalam Masjid Kuno Bayan Beleq. Perlu juga penulis ceritakan bahwa sejak tahun 2009 kondisi Masjid Kuno Salut cukup memperihatinkan. Bagian pagar dan atap-nya dalam kondisi rusak berat namun hingga saat ini masjid tersebut belum direnovasi sebab masyarakat sekitar tidak memiliki dana yang cukup untuk merenovasi peninggalan sejarah islam yang berada di perkampungan mereka.

Pembaca yang budiman, demikianlah beberapa masjid kuno yang masih ada dan eksis digunakan sebagai pusat pelaksanaan ritual adat gama masyarakat sekitarnya. Jadi peninggalan sejarah islam di bumi Bayan bukan hanya Masjid Kuno Bayan Beleq yang umumnya sudah dikenal oleh dunia. Namun terdapat masjid-masjid lainnya yang keberadaannya sezaman dengan Masjid Agung Bayan itu dan bahkan jika dikaji secara kronologis maka masjid-masjid yang terlupakan itu memiliki usia yang lebih tua dari Masjid Kuno Bayan Beleq.

Untuk lebih jelasnya mengenai kronologis pembangunan masjid kuno di wilayah Lombok Bagian Utara, penulis akan mendeskripsikannya pada artikel berikutnya. Untuk itu saya dan masyarakat setempat berharap supaya pemerintah dan pihak-pihak terkat memberikan perhatian terhadap keberadaan masjid-masjid kuno tersebt demi lestarinya peninggalan sejarah islam gumi Sasak Adi yang sama-sama kita cintai dan supaya identitas sejarah islam kita tidak digilas oleh zaman.

Ampure dewek ragen tiang, menawi wenten atur tate bahase sak kurang patut, dewek aturang agung-agung ampure. Moga mugi Allah sik beleq kuasa ne ngicanin tiang pelungguh rahayu ring dunia lan ahirat. Tampiasih atas segala pelungguh sami sak berkenan mace artiken nike. [] - 01

_by. asri the gila_



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

8 KOMENTAR

  1. KM Pohgading Timur

    KM Pohgading Timur

    08 Oktober, 2014

    matab broo....!!!


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      09 Oktober, 2014

      thanks broooo


  2. KM. Serambi Brangrea

    KM. Serambi Brangrea

    07 Oktober, 2014

    jangan sampai sejarah islam di lombok hanya akan menjadi kenangan anak cucu kita,,,,


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      08 Oktober, 2014

      ea kawan, jangan sampai sejarah kita tergilas oleh zaman. Untuk itu kami sangat mengharapkan respon dan apreasisi dari pihak-pihak yang berwenang terhadap masalah ini.


  3. KM. Sambang Kampung

    KM. Sambang Kampung

    06 Oktober, 2014

    perlu perhatian...dan menjadi obyek wisata sejarah...


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      08 Oktober, 2014

      Itu yang sangat kami harapkan. semoga pihak berwenang segera memperhatikan hal-hal semacam ini supaya sejarah lokal kita tidak hilang begitu saja digilas oleh sombongnya modernisasi.


  4. KM. Sukamulia

    KM. Sukamulia

    06 Oktober, 2014

    Betul sekali kawan. Itu merupakan kekayaan sejarah dan budaya yang sangat penting untuk terus dijaga dan dilestarikan demi keberlangsungan dn keterjagaan sejarah daerah kita. Makanya selaku guru sejarah, saya selalu memasukkan materi sejrah lokal sebgai pengetahuan tambahan bagi generasi-generasi penerus kita dan tentunya kami juga sangat membutuhkan bantuan dan perhatian dari pihak terkait untuk berpartisipasi menjaga dan melestrikan situs sejarah dimksut.


  • KM LENGGE

    KM LENGGE

    06 Oktober, 2014

    PERLU DIRAWAT DAN DITELUSURI TERUS SEJARAHNYA..... INI BUKTI DAN PELAJARAN UNTUK ANAK CUCU KITA KEDEPAN AGAR TIDAK MELUPAKAN SEJARAH DAN BUDAYA KITA....


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan