logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kemeriahan Warna-Warni Festival Moyo 2014

Kemeriahan Warna-Warni Festival Moyo 2014

Saat berada di depan Bala Putih istana Kesultanan Sumbawa untuk menunggu pawai budaya Samawa dalam rangka Festival Moyo 2014,  tak terasa

Budaya

Fahrurizki
Oleh Fahrurizki
29 September, 2014 09:21:55
Budaya
Komentar: 1
Dibaca: 16035 Kali

Saat berada di depan Bala Putih istana Kesultanan Sumbawa untuk menunggu pawai budaya Samawa dalam rangka Festival Moyo 2014,  tak terasa panas dan gerahnya matahari di Sumbawa sudah mencapai diatas ubun-ubun kepala tapi itu semua bisa terobati oleh wajah-wajah manis wanita Samawa yang membuat mata menjadi sejuk, di jam tangan saya sudah menunjukkan pukul 17.43 waktu Indonesia tengah, minggu 27 September, kemudian selang beberapa menit bunyi gong yang menandakan acara akan berlangsung.

Rombongan pawai di mulai oleh para camat sekabupaten Sumbawa, kemudian diikuti oleh rombongan para pemain Hadrah, alunan rebana menutupi hingar bingar keramiaan penonton membuat saya sesaat terasa bagaikan di negeri timur tengah, saya menengok ke kiri dan kanan dimana anak-anak bergoyang mengikuti alunan rebana para pemain hadrah.

Kemudian setelah rombongan para penabur rebana lewat dan yang saya nanti-nantikan yaitu rombongan para wanita yang membawa berbagai macam makanan di atas kepala mereka, satu hal yang sangat saya sesalkan yaitu lupa menanyakan apa nama tradisi tersebut, ada dua kemungkinan yang membuat saya lupa menanyakan hal tersebut, yang pertama yaitu mungkin karena dehidrasi panas sehingga membuat saya kurang focus, dan yang kedua kemungkinan besar yaitu mata dan pikiran saya teralihkan oleh kecantikan wanita-wanita Sumbawa, semoga diantara salah satu dua kemungkinan tersebut bisa menjadi jawaban atas lupanya saya menanyakan tradisi membawa makanan di atas kepala tersebut.

Suasana pawai sangat meriah dengan hiasan balutan baju-baju adat samawa peserta pawai, dengan dominasi warna merah dan kuning merupakan warna khas budaya melayu, jika dilihat dari baju adat yang dipakai para peserta pawai menunjukkan beberapa karakter budaya yaitu bajunya pengaruh budaya Gowa di Sulawesi dan membawakan makanan diatas kepala yang kelihatannya menurut saya yaitu pengaruh dari budaya Bali dan Lombok.

 

Baca Juga :


Acara berlangsung hanya satu setengah jam di bawah terik matahari dan penjual minuman yang sangat juah jangkauannya, tapi itu semua terobati dengan keindahan budaya samawa yang sangat menakjubkan apalagi ditambah wajah-wajah elok wanita samawa membuat berkesan kunjungan saya di Sumbawa Besar. [] - 01

 



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. Randal Patisamba

    Randal Patisamba

    07 Oktober, 2014

    Materi pawai budaya untuk Fest Moyo tahun ini yaitu Junyung (junjung) Male (makanan yg dihias) ke acara maulidan. Male berupa hiasan yg bermatif Lonto Engal yaitu motif buahbuahan dan akarakaran yg merupakan representasi dari kekayaan alam Sumbawa. Makanan yg dihias dapat berupa telur, jajanan tradisional dll.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan