logoblog

Cari

“Serakal” Saat Musim Haji

“Serakal” Saat Musim Haji

Serakal merupakan istilah pelantunan bait-bait syair yang berisikan sholawat dan puji-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan secara bersama-sama dengan berbagai

Budaya

Desa Mekar Sari Narmada
Oleh Desa Mekar Sari Narmada
02 September, 2014 13:46:18
Budaya
Komentar: 2
Dibaca: 38433 Kali

Serakal merupakan istilah pelantunan bait-bait syair yang berisikan sholawat dan puji-pujian terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan secara bersama-sama dengan berbagai macam jenis lagu dan irama. Bait syair puji-pujian tersebut diambil dari sebuah kitab yang dikarang oleh Syeikh Ja’far bin Husaen Al-Barzanji sehingga serakal juga populer dengan nama Berzanji.

Serakal merupakan tradisi yang sering dan sudah lama dilakukaan oleh umat Islam terutama umat Islam diLombok, biasanya serakalan dilakukan setiap seminggu sekali pada malam jumat dengan tempat berpindah-pindah dari rumah kerumah yang lain atau juga diistilahkan dengan zikir keliling. Disamping itu juga lantunan Berzanji saat Serakal akan sering terdengar  saat musim ziarah haji tiba.

Dimulai sejak pembukaan ziarah haji, sekitar 2 minggu sebelum keberangkatan jemaah haji menuju tanah suci Makkah, setiap malam jamaah dari berbagai kampung dan dusun berbondong-bondong mendatangi rumah calon jamaah haji untuk berziarah, saling mendoakan. Jamaah yang datang mendoakan calon haji agar selalu sehat, kuat iman sehingga bisa menjalankan ibadah Haji dengan baik dan tentunya mendapatkan haji yang mabrur, begitu juga sebaliknya jamaah yang datang meminta kepada calon haji untuk didoakan nanti ditempat-tempat mustajab ditanah suci agar segera mendapatkan panggilan untuk menunaikan ibadah haji.

Didusun Jejelok Desa Sembung tahun ini ada 2 orang jamaah haji yang berangkat menunikan rukun Islam yang kelima yaitu Salihin dan istrinya Jamalah, pasangan suami istri itu mengaku sudah menyetor dari tahun 2009 dan mendapatkan giliran berangkat pada tahun 2014. Setiap hari mulai dari sore hingga menjelang larut malam sejak membuka ziarah haji mulai hari Minggu tanggal 24 Agustus sampai tanggal 7 September saat keberangkatannya nant,i ratusan jamaah datang mengujunginya untuk berziarah, setiap malam 3 sampai 4 kelompok jamaah  baik dari dusun satu desa maupun dari dusun desa tetangga secara bergiliran datang berziarah, bahkan tercatat ada juga jamaah dari dusun kecamatan lain.

 

Baca Juga :


Acara ziarah diisi dengan zikir dan doa yang dipimpin oleh tokoh agama, sebelum zikir dan doa terlebih dahulu dibuka dengan serakal yang melantunkan indahnya bait syair berzanji berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW dengan berbagai macam lagu dan irama yang menyejukkan hati serta menentramkan jiwa. Jika satu malam yang datang 3 sampai 4 kumpulan jamaah maka disatu malam akan terdengar 3 sampai 4 kali lantunan berzanji saat serakal dimulai.

Merdunya suara serakal terdengar jelas lewat pengeras suara seakan saling bersahutan dengan jamaah didusun lain yang juga sedang melakukan hal yang sama yaitu serakal. Tradisi ini masih tetap terjaga dan lestari sampai sekarang, menurut H Ramli seorang  tokoh agama setempat mengatakan “tradisi serakal ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan berziarah ketempat calon jamaah haji beberapa hari sebelum keberangkatannya ke Mekkah sudah saya temukan sejak masih kecil dulu, karena sering diajak oleh almarhum orang tuanya untuk ikut serakal keliling.” Jelas pria yang berumur 67 tahun itu. [] - 05



 
Desa Mekar Sari Narmada

Desa Mekar Sari Narmada

Posisi di Narmada Kabupaten Lombok Barat NTB TIM : Abdul Satar, Zikrul Hamdani, Rizal Basri, H Abd. Rahim Salim, Abdul Mustar, Maryatun Hasanah Email : satar.tempit@gmail.com HP : 087864350004

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. Wahyu Azis Faradi / WAZIDI

    Wahyu Azis Faradi / WAZIDI

    05 September, 2014

    Semoga mendapat haji yang mabrur


  • KM Kaula

    KM Kaula

    02 September, 2014

    dalam moment-moment seperti itu juga penting diingatkan kepada jamaah haji untuk mulai menjaga tutur kata dan tingkahlakunya, juga diingatkan supaya mereka mempersiapkan segala sesuatunya terutama sekali obat-obatan, jangan cuma sibuk mempersiapkan makanan saja. malah bila perlu biaya untuk beli atau bikin makanan yang mau di bawa itu diuangkan lalau itu yang dibawa, lebih praktis dan efektif.


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan