logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pelestarian Budaya Muna di Busu

Pelestarian Budaya Muna di Busu

di dusun Busu Kelurahan Rite Kecamatan Raba Kota Bima terdapat aktifitas membuat kain tenun Bima atau disebut “Muna” hingga sekarang masih

Budaya

KM Samparaja
Oleh KM Samparaja
28 Agustus, 2014 08:03:08
Budaya
Komentar: 1
Dibaca: 4348 Kali

Di dusun Busu Kelurahan Rite Kecamatan Raba Kota Bima terdapat aktifitas membuat kain tenun Bima atau disebut “Muna” hingga sekarang masih banyaknya yang melakukan Muna tersebut, kegiatan ini dilakukan oleh ibu ibu di waktu luang untuk memperoleh penghasilan tambahan bagi keluarga, Muna juga hanya di lakukan bila tak ada pekerjaan di sawah atau kebun.

Biasanya mereka membeli benang, dari penjual benang di Kota, berikutnya benang itu itu mereka pola motif sesuai keinginan seni mereka, dan memulai proses Muna dengan teliti, umumnya motif yang mereka kerjakan adalah bunga satako (yaitu motif ornamen khas Bima).

Muna yang akan menjadi sarung yang mereka kerjakan sangatlah rumit, karena selain motif mereka juga membuat ornamen khas Bima, biasanya selesai Muna kurang lebih 2 minggu kalau tidak ada kegiatan lain, kadang hampir satu bulan.

Budaya Muna itu sekarang tetap terjaga di Busu, adapun yang tidak lagi mengerjakan Muna yaitu dikarenakan kaum hawanya yang menikah dengan orang luar dusun mereka, sehingga mereka bertempat tinggal di luar dusun, orang Busu biasanya mengajarkan Muna pada anak perempuan mereka dari turun temurun sejak nenek moyang mereka.

 

Baca Juga :


Yang menarik lagi di Busu yaitu ramai akan suara orang yang melakukan Muna pada pagi hari jam 9 hingga sore jam 3, tiap rumah mengeluarkan suara kayu dari alat tenun mereka. [] - 05



 
KM Samparaja

KM Samparaja

Komunitas Kampung Media Kota Bima Samparaja - Asakota Email : km.samparaja@gmail.com

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    28 Agustus, 2014

    semua potensi dan budaya yang dimiliki setiap daerah harus dipertahankan oleh generasi ke genarasi jangan sampai punah. kasian anak keturuanan kita ke depan, mereka tidak lagi mengenal sejarah dan kebudayaan para nenek moyang mereka sendiri.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan