logoblog

Cari

Tutup Iklan

Mpa’a Manca Dimaknai Melindungi Tamu

Mpa’a Manca Dimaknai Melindungi Tamu

KM LENGGE WAWO,- Kalau anda jadi tamu khusus, seperti tamu pemerintahan dalam acara-acara pemerintahan ataupun budaya di Bima maka anda akan

Budaya

KM LENGGE
Oleh KM LENGGE
08 Juni, 2014 02:07:41
Budaya
Komentar: 0
Dibaca: 7848 Kali

KM LENGGE WAWO,- Kalau anda jadi tamu khusus, seperti tamu pemerintahan dalam acara-acara pemerintahan ataupun budaya di Bima maka anda akan disambut meriah dengan kesenian tradisoinal yang mempunyai makna khusus.  

Kedatangan Tim penilai Lomba Desa Terintegrasi dengan lomba Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sejahtera (P2WKSS) Tingkat Provinsi NTB disambut dengan berbagai atraksi budaya dan tarian khusus menyambut kedatangan tamu istimewa oleh tim tarian.

Kedatangan tim penilai disambut di gapura utama desa Maria. Ratusan Warga bejejer menyambut kedatangan tim dxenga meriah. Ketua tim  Ir Tajudin R Fandi, M.Sc di kalungi selendang khas Bima oleh personel penari penyambutan tamu.

Di Desa Maria sudah menjadi tradisi kalau ada tamu yang datang ke wilayah tersebut maka akan disambut dengan prosesi khusus dan istimewa. Tamu yang datang wajib dihormati, karena bagi masyarakat Bima, kalau ada tamu yang datang ke rumah atau wilayah tersebut  maka membawa keberkahan atau rezeqi.

Kedatanga tamu disambut dengan prosesi tarian Wura Bongi Monca (menabur beras kuning), melambangkan makna bahwa akan dijamu dengan baik dan mereka membawa berkaha bagi yang punya rumah.

 

Baca Juga :


Disamping itu kesenian tradisional Mpaa Manca ( tarian perang menggunakan pedang tumpul)  dan Makka Tua (Menginjak Tanah). Mpaa Manca merupakan kesenian tradisonal  perang yang dulunya merupakan tarian untuk perang. Mpaa Manca juga merupakan  Tarian dan adu ketangkasan menggunakan pedang. Orang-orang yang melakukannyapun harus memiliki keahlian khusus dan terlatih. Mpaa manca kini tetap dilestarikan untuk ritual prosesi acara-acara khusus. Bukan saja sebagai seremonial acara tapi lebih punya makna yang dalam. Mpaa Manca menurut kepercayaan orang di Desa Maria adalah perlambangan untuk melindungi tamu yang datang.

Begitu juga Makka Tua dalam bahasa indonesianya Menginjak/menghentak kaki kanan ke tanah dengan keras sambil mengangkat keris mengacu ke atasa sambil berteriak mengatakan sesuatu dalam bahasa bima (mengucapkan bahasa yang baik). Makka Tua juga meruapak kesenian tradisonal yang tetap dipertahankan untuk tradisi acara-acara penting di Bima.  Makka tua hanya dilakukan oleh pihak laki-laki, maknanya bahwa kita laki-laki berani membela kebenaran, melindungi, menegakan kebenaran.

Jadi kalau ada acara pernikahan, sunatan dan menyambut tamu, kesenian tradisional Mpaa Manca dan Makka tua serta Wura bongi Monca merupakan sesuatu yang tetap ada bagi masyarakat Bima pada umumnya. (Efan) 03



 
KM LENGGE

KM LENGGE

KM Lengge Wawo Sekretariat : Jln Lintas Bima Sape KM 17 Komplek Lapangan Umum Wawo, Maria Utara Bima - Contac Person : 085338436666/085312521100 - Email : wawolengge@gmail.com - Koordinator : Edy Irfan Anggota : Galank, Ahyar, Benk, Jhuan, Andri

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan